Published On: 09/04/2024By Categories: Berita, Berita UtamaViews: 759

MAN 1 Darussalam Ciamis (Humas).  Penentuan tanggal 1 Syawal/Hari Rayas Idul Fitri kerap menjadi pertanyaan dan perbincangan hangat diantara umat muslim yang akan melaksanakan kegiatan Hari Raya, termasuk 1 Syawal 1445 H/2024 M di Indonesia didasarkan pada pengamatan hilal atau bulan sabit dibeberapa titik diberbagai daerah.

Tim Ruyatul Hilal dari MAN 1 Darussalam Ciamis yang kali ini diikuti oleh 3 orang peserta didik dan 2 guru pembimbing, kegiatan Ru’yatul Hilal di POB (Pusat Observasi Bulan), Gunung Putri, Lapas Kelas II B Banjar  pada tanggal 9 April 2024.

MAN 1 Darussalam Ciamis kebetulan memiliki alat teleskop lengkap yang lengkap dan memadai didukung oleh pembimbing dan peserta didik yang sudah mampu mengoprasikanya dengan baik sehingga selalu menjadi Tim Andalan dalam kegiatan Ru’yatul Hilal khusus yang diadakan di POB (Pusat Observasi Bulan), Gunung Putri, Lapas Kelas II B Banjar tersebut, sehingga tidak mengherankan hampir setiap momen penentuan tanggal krusial Tim Ru’yatul Hilal MAN 1 Darussalam Ciamis selalu diikut sertakan.

Kegiatan ini dihadiri beberapa pejabatan daerah diantaranya bapak wakil wali kota Banjar, KA Kanwil Jawa Barat yang diwakili oleh Penais Zakat dan Wakaf, Kemenag Kota Banjar, Kemenag Ciamis, Ketua Pengadilan Kota Banjar, KA Lapas Kelas II B Gunung Putri Banjar, Kapolres Banjar, Ketua BHRD Kota Banjar dan Tim dari MAN 1 Darussalam Ciamis sebagai tamu undangan dan tidak sedikit juga masyarakat yang ikut menghadiri kegiata tersebut.

“Hasil dari pantauan Hilal dari beberapa titik di daerah tertentu akan menjadi rujukan dalam melakukan sidang isbat penentuan tanggal 1 Ramadhan 1444 H yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI, Malaysia dan Singapura (MABIMS) yang dalam hal ini menetapkan kriteria ketinggian hilal dari 6 derajat menjadi 7 derajat” ujar kepala BHRD Banjar.

Pa Gungun selaku pembimbing (Wawancara hari Rabu, 9 April 2024) menjelaskan “ketinggian hilal berkisar 6 derajat, dengan durasi selama 34 menit mulai dari terbenamnya matahari pada pukul 17.57 s/d 18.31 sehingga besar kemungkinan hilal dapat terlihat tapi dengan catatan cuaca yang bagus. meskipun demikian cuaca yang berawan menghalangi visibilitas hilal sehinggal pantauan hilal di POB (Pusat Observasi Bulan), Gunung Putri, Lapas Kelas IIB Banjar tidak jelas terlihat, akan tetapi di beberapa daerah hilal berhasil terlihat jelas sehingga menjadi dalil yang sahih dalam penentuan 1 Syawal 1445 H nanti dalam sidang isbat” paparnya.

Berdasar hal tersebut dapat dipastikan dan disimpulkan bahwa penetapan tanggal 1 Syawal 1445 H / 2024 M akan jatuh pada hari Rabu tanggal 10 April 2024, untuk resminya akan diumumkan secara langsung dalam konferensi pers hasil Sidang Isbat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

About the Author: Andri Wicahyono