Delapan murid terbaik MAN 1 Darussalam Ciamis didampingi satu guru pendamping resmi diundang untuk mengikuti kegiatan pelatihan “Peer Edukator Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS)” tingkat nasional. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia ini berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jum’at, 19–21 Agustus 2026, bertempat di Menara Peninsula Hotel, Jl. Letjen S. Parman Kav 78 Slipi, Palmerah, Jakarta Barat.
Mengusung fokus utama pada pencegahan pernikahan anak, kesehatan reproduksi, serta penguatan ketahanan keluarga, program BRUS ini dirancang khusus untuk mencetak para peer educator (pendidik sebaya) di lingkungan madrasah dan sekolah unggulan dari berbagai provinsi di Indonesia. Para peserta dibekali pengetahuan komprehensif agar mampu menjadi pilar edukasi dan benteng pertahanan bagi rekan-rekan sebayanya.
Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang melibatkan pendidik sebaya ini memiliki beberapa fokus dan tujuan strategis, antara lain:
- Mencegah Perkawinan Anak: Memberikan pemahaman mendalam kepada remaja mengenai pentingnya kesiapan fisik, mental, finansial, dan usia yang matang sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
- Membangun Karakter dan Akhlak: Membekali generasi muda dengan nilai-nilai agama, moralitas, dan rasa tanggung jawab yang tinggi dalam pergaulan sehari-hari.
- Meningkatkan Keterampilan Komunikasi: Melatih remaja agar memiliki kemampuan komunikasi interpersonal dan teknik konseling dasar yang efektif untuk berdialog dan merangkul sesama teman.
- Pengembangan Potensi Diri: Membantu remaja mengenal potensi diri, mengambil keputusan secara bijak, serta melindungi diri dari pengaruh negatif maupun perilaku berisiko.
- Menyiapkan Generasi Berkualitas: Mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat, cerdas, dan siap merencanakan masa depan secara matang demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Acara pembukaan berlangsung dengan penuh khidmat dan dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya peran strategis pemuda sebagai agen perubahan (agent of change) dan penentu masa depan bangsa. Sementara itu, Kepala Subdirektorat Bina Keluarga Sakinah, H. Jaja Zarkasyi, S.Th.I., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada madrasah dan sekolah unggulan dari berbagai provinsi yang telah mengutus siswa-siswi terbaiknya.
Selama tiga hari intensif, para peserta mendapatkan pembekalan materi yang amat terstruktur. Pembahasan meliputi konsep remaja sehat, wawasan kesehatan reproduksi, peran peer counselor, hingga kepemimpinan remaja. Langkah ini dirancang Kemenag RI sebagai upaya preventif dan mitigasi konkret terhadap berbagai isu krusial keremajaan saat ini, seperti maraknya pernikahan dini, bahaya penyimpangan LGBT, kekerasan seksual, hingga bahaya tindak pidana perdagangan orang (human trafficking).
Tidak hanya pembekalan materi formal, suasana keakraban antarpeserta se-Indonesia juga terjalin erat melalui pertunjukan seni dan budaya khas dari masing-masing provinsi pada malam keakraban. Kontingen MAN 1 Darussalam Ciamis turut memukau hadirin saat menampilkan kebudayaan khas Jawa Barat.
Kegiatan berskala nasional ini secara resmi ditutup oleh Ibu Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. Hj. Helmi Halimatul Udhmah, M.Si. Dalam amanat penutupnya, beliau memberikan pesan yang sangat inspiratif mengenai pentingnya jiwa kepeloporan dan kepemimpinan pemuda dalam menjaga nilai-nilai moral bangsa.
Berikut adalah daftar nama guru pendamping dan 8 siswa-siswi MAN 1 Darussalam Ciamis yang menjadi bagian dari pendidik sebaya nasional: Ahmed Gifnan Faza Wihdani, Abdurrahman Hadzami, Afiq Hylmi Khayzuran, Himdan Elfredi Daniswara, Sayyidah Kamila Ramadhani, Sofa Zulfia Azizah, Ratu Hayfa Dwika Yousefa dan Adiva Nazwa Tsuroya.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAN 1 Darussalam Ciamis, Deni Kuswandi, S.Pd.I., yang mendampingi langsung para siswa selama kegiatan di Jakarta, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas keikutsertaan anak-didiknya dalam forum nasional tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan Ditjen Bimas Islam Kemenag RI kepada MAN 1 Darussalam Ciamis. Kegiatan tiga hari ini luar biasa padat dan kaya akan ilmu. Anak-anak kami tidak hanya mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai kesehatan reproduksi dan ketahanan keluarga, tetapi juga dilatih keterampilan counseling serta komunikasi interpersonal yang amat berharga.” Tururnya.
“Harapan besar kami sekembalinya ke madrasah, ke-8 siswa ini dapat menjadi motor penggerak dan role model bagi teman-teman sebayanya. Mereka memiliki tugas moral untuk mengedukasi rekan-rekan di lingkungan MAN 1 Darussalam Ciamis maupun masyarakat sekitar terkait bahaya pernikahan anak dan pentingnya menjaga keharmonisan serta ketahanan remaja demi menyongsong Indonesia Emas 2045.” Pungkasnya.








