Published On: 07/08/2026By Categories: Berita, Berita UtamaViews: 16

CIAMIS-Humas MAN 1 Darussalam Ciamis. (7/8/26) Kehadiran Madrasah Aliyah Program Keagamaan di MAN 1 Darussalam Ciamis memegang peranan krusial sebagai manifestasi nyata dari pemikiran visioner K.H. Irfan Hielmy. Jika pemikiran besar sang kyai menempatkan pesantren sebagai oase epistemologis di tengah polarisasi global, maka MAPK MAN 1 Darussalam Ciamis adalah dapur utama pencetak kader intelektual yang mengaktualisasikan visi tersebut ke dalam ruang pendidikan formal tingkat menengah.

  1. Menjaga Sanad Keilmuan dan Otoritas Turats

Di tengah disrupsi era digital yang sering kali mencabut teks-teks keagamaan dari konteks historisnya (waqi’), murid MAPK dibekali dengan tradisi penguasaan kitab-kitab kuning (turāts) secara mendalam dan sistematis. Pengajaran yang bersambung dan berbasis ortodoksitas Islam yang kuat di lingkungan Madrasah Aliyah Darussalam menjadi perisai kokoh agar para santri tidak terjebak pada literalisme sempit maupun klaim kebenaran sepihak.

  1. Inkubator Muslim Moderat, Mukmin Demokrat, dan Muhsin Diplomat

Kurikulum di MAPK dirancang tidak sekadar mendalami ilmu-ilmu agama (naqliyyah), melainkan juga menjembatannya secara harmonis dengan sains modern (aqliyyah). Melalui corak pendidikan ini, lahir para kader muslim moderat (tawassuth) yang toleran, mukmin demokrat (tasammuh) yang menghargai musyawarah serta kebhinekaan, dan muhsin diplomat (ihsan) yang siap berdialog secara inklusif di kancah global.

  1. Solusi Atas Dikotomi Pendidikan Modern

Eksistensi MAPK MAN 1 Darussalam Ciamis mematahkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Dengan memadukan ketatnya tradisi kepesantrenan salaf dan sistem pendidikan formal madrasah aliyah berciri khas khusus, lembaga ini sukses mentransmisikan nilai-nilai moderasi beragama secara mekanis ke dalam ruang-ruang kelas harian.

Melalui program unggulan ini, MAN 1 Darussalam Ciamis tidak hanya melahirkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga menjadi benteng pertahanan intelektual yang melahirkan generasi rahmatan lil ‘ālamin, siap merawat keutuhan NKRI dan menjawab kompleksitas peradaban modern tanpa kehilangan akar kepesantrenannya.

 

Kontributor : Hasbi Habibi, S.Pd.I, M.Pd

About the Author: Andri Wicahyono