Published On: 02/03/2026By Categories: Berita, Berita UtamaViews: 141

Ciamis-Humas MAN 1 Darussalam Ciamis. Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, MAN 1 Darussalam Ciamis menggelar kegiatan pembelajaran khusus bertajuk “Pesantren Ramadhan Terpadu” yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 2 hingga 6 Maret 2026 ini, dirancang untuk memperdalam khazanah keislaman siswa sesuai dengan konsentrasi program pendidikan masing-masing.

Berbeda dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) biasanya, program ini dirancang khusus untuk memperdalam kompetensi keagamaan siswa sesuai dengan minat dan program studi yang mereka tempuh. Pihak sekolah membagi konsentrasi pembelajaran menjadi tiga pilar utama yaitu Kitab Kuning, Tahsin dan Tilawah.

Kegiatan tersebut dibuka secara simbolis oleh Budi Rahman selaku Wakamad Kurikulum, dalam sambutan Budi  menjelaskan dasar kegiatan tersebut jelas “kegiatan Ramadhan ini memang menjadi rutin bagi sekolah kita yang didasari oleh keluarnya Surat Edaran Bersama Mendikdasmen, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tentang Pembelajaran di Bulan Ramadhan 1447 H serta program co-kurikuler” tururnya.

“Kegiatan Ramadhan tahun ini untuk memberi penyegaran dan opsi lain jadi bukan hanya Tahfid saja melainkan ada Sorogan Kitab Kuning, Tahsin bagi yang belum lancar membaca Qur’an serta Tilawah” pungkasnya

Berbeda dengan pembelajaran rutin, kegiatan kali ini mengelompokkan siswa ke dalam beberapa fokus utama guna memastikan materi yang disampaikan lebih efektif dan mendalam:

  • Program Keagamaan (MAN PK dan PIK) : Fokus pada Pasaran Kitab Kuning. Para siswa mendalami literatur klasik Islam
  • Program ISC (Intensive Science Clas): Fokus pada Tahfidz Al-Qur’an dan Murotal. Siswa didorong untuk menambah hafalan serta memperindah lantunan ayat suci dengan irama yang benar.
  • Program Pengembangan Seni dan Olahraga: Fokus pada Tahsin dan Tilawah. Program ini bertujuan memperbaiki kualitas bacaan (makhraj dan tajwid) serta mengasah seni melantunkan Al-Qur’an secara estetis

Guna memastikan materi tersampaikan secara efektif, seluruh siswa dikelompokkan ke dalam sistem Halaqoh. Penempatan siswa dalam halaqoh ini tidak dilakukan secara acak, melainkan berdasarkan pemetaan kemampuan (placement test) masing-masing murid.

“Dengan sistem halaqoh ini, setiap siswa dapat belajar sesuai dengan ritme dan tingkat kemampuannya. Targetnya bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tapi ada peningkatan kualitas bacaan dan pemahaman agama yang nyata,” ujar Andri pengelola Program PSO.

Diharapkan melalui kegiatan ini, para siswa MAN 1 Darussalam Ciamis tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang mendalam dan kedekatan dengan Al-Qur’an sebagai bekal utama dalam kehidupan bermasyarakat.

About the Author: Andri Wicahyono