Published On: 19/04/2025By Categories: Berita, Berita Utama, KurikulumViews: 175

MAN 1 Darussalam Ciamis-Humas. Memanfaatkan libur Sabtu seluruh sivitas akademika MAN 1 Darussalam Ciamis terus melakukan inovasi dan peningkatan Kompetensi Tenaga Pendidik yang salah satunya mengadakan kegiatan Workshop Pengembangan Kurikulum Madrasah Era Society 5.0.

Perubahan kurikulum merupakan salah satu perubahan sistemik yang dapat memperbaiki dan memulihkan pembelajaran. Kurikulum menentukan materi yang diajarkan di kelas dan Implementasi Kurikulum Madrasah merupakan salah satu program strategi transformasi pendidikan yang bertujuan untuk mengatasi krisis pembelajaran di Indonesia ditengah perubahan dan perkembangan jaman yang begitu cepat.

Kegiatan Workshop dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 April 2025 yang diikuti oleh seluruh guru dan perwakilan dari setiap KKM dibawah MAN 1 Darussalam Ciamis di Gedung Administrasi Lantai III.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis K.H. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA., M.Ag (Ang Icep), diundang sebagai pemateri hadir juga Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI Bapak Dr. H. Abdul Basit, S.Ag., MM.

Kegiatan ini diawali oleh sambutan Kepala MAN 1 Darussalam Ciamis Bapak Idan Nurdiana, S.Pd,. M.Pd., dalam sambutannya mengajak kepada seluruh Sivitas Akademika yang ada di MAN 1 Darussalam Ciamis untuk terus kompak dan meningkatkan kualitas lembaga, beliau juga menyampaikan bahwa Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka ini adalah wujud dari usaha peningkatan mutu/ kualitas madrasah” tuturnya.

Sambung sambutan dari Bapak Pengasuh Ang Icep juga menyampaikan bahwa Kurikulum madrasah yang terus mengikuti perkembangan jaman ini sudah sangat relevan dan jauh-jauh hari telah di implementasikan di Pondok Pesantren Termasuk Darussalam, karena kurikulum pesantren adalah kurikulum merdeka yang langsung disusun oleh Kiyai dan para asatidz di pesantren tersebut, sebagai Madrasah unggulan tentunya MAN 1 Darussalam Ciamis harus siap menjadi model bagi madrasah lain.

Dalam paparanya Pak Kasubdit Kurev menyampaikan bahwa kurikulum diartikan sebagai suatu jalan yang harus ditempuh oleh anak untuk menjadi manusia sesungguhnya, yakni dengan mengembangkan potensi diri yang dimiliki. Kurikulum itu disebut sebagai kebijakan pemulihan pendidikan melalui implementasi Kurikulum Madrasah Era Society 5.0. Pada hakikatnya, kurikulum yang ada di Indonesia tidak berganti-ganti tetapi yang ada hanyalah berkembang mengikuti dinamika kehidupan.

Beliau juga menegaskan bahwa pentingnya bagi kita untuk menjadi bagian dari perubahan itu sendiri supaya kita bisa merasakan pengalaman dan kesan yang ada dalam perubahan kebijakan dibidang pendidikan, karena tentu sangat penting bagi kita yang setiap hari berjibaku langkung dilapangan dan berhadapan dengan murid yang harus kita asah menjadi anak yang lebih baik.

Workshop inin ditutup oleh Pa Idan sekaligus kembali memberi penegasan bahwa pelaksanan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka diharapkan mampu memberi pengetahuan dan penguatan yang lebih terhadap para guru dalam menghadapi Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran baru yang akan diimplementasikan mulai dari kelas X, sehingga dalam pelaksanaanya bisa mengoptimalkan pembelajaran kepada peserta didik menggunakan kurikulum baru.

 

About the Author: Andri Wicahyono