MAN 1 Darussalam Ciamis-Humas. Di tahun 2025 ini, Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) –sekarang MAN-PK (Peminatan Keagamaan) telah berusia tiga dekade lebih. Madrasah dengan spesialisasi keagamaan memiliki khittah mencetak ulama yang intelektual yang digagas oleh Menteri Agama RI Kabinet Pembangunan III dan IV, Munawir Sjadzali. Madrasah Aliyah Program Khusus digagas pada tahun 1987, sebagai sebuah proyek prestisius Departeman Agama untuk mengantisipasi akutnya persoalan madrasah, terutama menyangkut pengkaderan ulama di era modern. Saat itu, baru dibuka di lima tempat, di antaranya adalah di Pesantren Darussalam Ciamis.
Kebijakan pun berubah, Program MAPK mengalami restrukturisasi dengan keluarnya Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 371 Tahun 1993, restrukturisasi madrasah dilakukan dengan perubahan MAPK menjadi Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK), selanjutnya menjadi MAN Peminatan Keagamaan (MAN-PK). Sekarang sudah terdapat 11 MAN PK yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini merupakan sebuah pilot project membentuk generasi baru untuk dipersiapkan menjadi ulama masa depan yang berwawasan luas serta moderat agar mampu memahami perbedaan pemikiran keagamaan di tengah-tengah masyarakat, sehingga bisa mewarnai berbagai wacana perkembangan bangsa dan negara.
Dengan seleksi yang begitu ketat dan pendanaan memadai, MAPK dinilai telah berhasil menyiapkan lulusan kader ulama dengan wawasan keislaman, keindonesiaan dan kemodernan yang menawan. Harapannya program MAN-PK saat ini dapat menjadi penyambung tradisi pesantren dengan program tafaqquh fi al-dîn dengan trade mark dan unsur utamanya adalah mengkaji ‘kitab kuning’ (kutub al-turâts) dan kebahasaan (Arab dan Inggris) serta pembelajaran yang intensif.
Ustad Hasbi Habibi salah satu alumni dan Pengajar di MAN PK mengatakan, “Dalam pendalaman ilmu keagamaan di MAN-PK menjadi sebuah keniscayaan ‘kitab kuning’ harus dijadikan referensi –bukan buku terjemahan, di samping penguasaan secara advanced dalam berbahasa Arab dan Inggris, karena murid MAN-PK dikader untuk berkontribusi bagi perkembangan wacana dan pemikiran Islam kontemporer” Ujarnya
Secara substantif, hubungan MAN-PK dan tafaqquh fi al-dîn bagaikan wadah dan isi, MAPK merupakan wadah sedangkan isinya adalah tafaqquh fi al-dîn. Setiap murid MAN-PK juga dituntut untuk menguasai tujuh kecakapan (the seven survival skills) ala Tony Wagner dalam buku The Global Achievement Gap, meliputi: 1) berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah, 2) bekerja sama dalam jaringan dan memimpin dengan pengaruh, 3) ketangkasan dan mampu beradaptasi, 4) berinisiatif dan kewirausahaan, 5) komunikasi efektif baik lisan maupun tulis, 6) mengakses dan menganalisa informasi, dan 7) rasa ingin tahu dan daya imajinasi yang kuat.

Saat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A. aumni MAN PK Darussalam Ciamis
Sejak didirikan sampai saat ini, MAN-PK Darussalam Ciamis Jawa Barat telah meluluskan ribuan alumni. Alumni MAN-PK umumnya memiliki kualitas lebih baik dibandingkan yang lain terutama dalam penguasaan materi agama dan bahasa Arab dan Inggris. MAN-PK berhasil menelurkan intelektual yang agamawan handal dan dan saat ini alumninya menempuh studi ke seantero perguruan-perguruan tinggi elit di Eropa dan Timur Tengah. Banyaknya alumni yang melanjutkan pendidikan di luar negeri itu memberikan gambaran bahwa MAN-PK Darussalam benar-benar telah mampu meluluskan alumni yang memiliki kualitas yang memadai.
Dalam konteks ini, sejarah membuktikan bahwa MAN-PK merupakan ruh dari lembaga pendidikan yang ada di bawah Kementerian Agama. Sehingga MAN-PK merupakan aset berharga yang wajib dipelihara dan dilestarikan bahkan dikembangkan keberadaannya agar tetap bisa menjadi kebanggaan bersama. Semoga eksistensi MAN-PK tidak menuju sandyakala yang berefek pada terganggunya kaderisasi ulama plus (ulama intelek dan intelek yang ulama). MAN-PK Darussalam Ciamis Jawa Barat diharapkan dapat menjadi ‘akar tunjang’ bagi pendidikan dan juga keberadaan Islam di Indonesia.
Kontributor : Hasbi Habibi, S.Pd.I., M.Pd. (Guru Ushul Fiqh di MAN 1 Darussalam Ciamis)








